BAGI KITA, TEIS DAN ATEIS BISA BERKUMPUL, MUSLIM DAN KRISTIANI BISA BERCANDA, ARTIS DAN ATLIT BISA BERGURAU, KAFIRIN DAN MUTTAQIN BISA BERMESRAAN. TAPI PLURALIS DAN ANTI PLURALIS TAK BISA BERTEMU (AHMAD WAHIB)

Sabtu, 14 November 2015

Mengungkap Tragedi 1965 Melalui Media Kartun


Ketika seorang kartunis mengungkapkan suatu peristiwa maka mulutnya hanya diam dan membiarkan tangannya yang berbicara sambil menggoreskan tintanya bukan untuk digunakan untuk menulis melainkan tintanya digoreskan untuk menggambar. Itulah yang dilakukan oleh sang kartunis Indonesia, Yayak Yatmaka ketika dia harus menggoreskan tintanya untuk menggambarkan tragedi pasca 1965.




Bambang Adyatmaka yang akrab dipanggil Yayak Yatmaka alias Yayak Kencrit alias Yayak Iskra adalah pria kelahiran 1956 di Yogyakarta, alumni Fakultas Senirupa dan Disain Institut Tekhnologi Bandung. Semasa mahasiswa dia turut terlibat sebagai aktivis mahasiswa 1978.

Yayak Iskra, Yayak Kencrit, Yayak Yatmaka, Ismaya, demikian panggilan akrab yang dikenal dari sosok yang sama bernama Bambang Adyatmaka. Pria kelahiran Yogyakarta tahun 1956, alumni Fakultas Senirupa dan Disain Institut Teknologi Bandung, telah dikenal sebagai aktivis gerakan sosial sejak tahun 1978.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/odishalahuddin/yayak-kencrit-gambar-sebagai-senjata-rakyat-berjiwa-merdeka_552fe1d76ea834805a8b45af
Yayak Iskra, Yayak Kencrit, Yayak Yatmaka, Ismaya, demikian panggilan akrab yang dikenal dari sosok yang sama bernama Bambang Adyatmaka. Pria kelahiran Yogyakarta tahun 1956, alumni Fakultas Senirupa dan Disain Institut Teknologi Bandung, telah dikenal sebagai aktivis gerakan sosial sejak tahun 1978.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/odishalahuddin/yayak-kencrit-gambar-sebagai-senjata-rakyat-berjiwa-merdeka_552fe1d76ea834805a8b45af.



Prof.Dr. Ben Anderson menyebut lukisan karya Yayak Yatmaka yang penuh dengan nuansa perlawanannya adalah sebagai kartunis penerus Sibarani, seorang kartunis yang terkemuka pada dekade 1960-an.




Yayak Yatmaka sekarang tinggal di sebuah desa Sayegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Yayak mendirikan padepokan Ning Neng Nong yang sekaligus dijadikan sanggar lukisnya. Nama Ning Neng Nong diambil dari ajaran Ki hajar Dewantara. Ning artinya keweningan, Nong artinya kemenangan, dan Nang artinya kewenangan. Jadi Ning Neng Nong artinya setelah kita wening, kita akan mendapat kemenangan, dengan kemenangan kita mempunyai kewenangan.




Rizal Ramli, mantan Menteri Keuangan di era kabinet Gus Dur, dalam komentarnya saat pembukaan pameran lukisan karya Yayak Yatmaka pada tahun 2004 di Taman Ismail Marzuki,"Pada masa Orde Baru, Soeharto memerintahkan kepada aparat militernya untuk mencari dan menangkap Yayak Yatmaka, tokoh dibalik gambar kartun kalender Tanah Untuk Rakyat (1989)." 



Inilah Gambar Sebagai Senjata Rakyat Berjiwa Merdeka karya Yayak Yatmaka yang mengungkap tragedi pasca 1965. 
 
Yayak Iskra, Yayak Kencrit, Yayak Yatmaka, Ismaya, demikian panggilan akrab yang dikenal dari sosok yang sama bernama Bambang Adyatmaka. Pria kelahiran Yogyakarta tahun 1956, alumni Fakultas Senirupa dan Disain Institut Teknologi Bandung, telah dikenal sebagai aktivis gerakan sosial sejak tahun 1978.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/odishalahuddin/yayak-kencrit-gambar-sebagai-senjata-rakyat-berjiwa-merdeka_552fe1d76ea834805a8b45af







Salam,
Joe Hoo Gi


Print Friendly and PDF

Artikel Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *