BAGI KITA, TEIS DAN ATEIS BISA BERKUMPUL, MUSLIM DAN KRISTIANI BISA BERCANDA, ARTIS DAN ATLIT BISA BERGURAU, KAFIRIN DAN MUTTAQIN BISA BERMESRAAN. TAPI PLURALIS DAN ANTI PLURALIS TAK BISA BERTEMU (AHMAD WAHIB)

Sabtu, 19 Agustus 2017

Hate Speech, Bullying dan Hoax Bukan Bagian Kebebasan Menyampaikan Pendapat


Semakin mendekati pilpres 2019, maka semaki banyak black campaign yang dilakukan oleh pihak yang berseberangan dengan pemerintah sekarang. Satu-satunya cara ampuh untuk melakukan black campaign di era cyber world seperti sekarang ini tiada lain melalui social media yang jangkauannya sangat-sangat luas tanpa batasan ruang dan waktu. Oleh karena itu tidak heran mengapa semakin banyak saja users/admins/pemilik accounts sosmed dan melakukan hate speech, bulling dan hoax berupa tulisan, gambar dan video yang modus operandinya tiada lain sebagai black campaign untuk persiapan sebelum pilpres 2019?



Selasa, 08 Agustus 2017

HTI dan PKS Adalah Setali Tiga Uang

Sejak awal berdirinya Partai Kesejahteraan Sejahtera (PKS) yang semula Partai Keadilan (PK), saya sudah banyak mengetahui kalau Partai Politik ini membawa misi perjuangan Ikhwanul Muslimin yaitu sebuah organisasi keagamaan yang didirikan oleh  Hasan Al Bana di Mesir untuk meneruskan misi perjuangan mazhab Wahabi yang diusung oleh Muhammad bin Abdul Wahab dari Saudi Arabia dan kemudian berkembang luas ke pelbagai negara yang memiliki hidden agenda revolusi tanpa melalui sistem Pemilu, yakni merubah secara total sistem Negara Demokrasi menjadi sistem Daulah Khilafah Islamiyah. Kehadiran PKS misi perjuangannya tidak ada beda dengan Hizbut Tahir Indonesia (HTI). Konklusinya, PKS dan HTI adalah mata rantai yang tidak dapat dipisahkan.Jika saya ilustrasikan PKS sebagai mata kanan dan HTI sebagai mata kirinya.

Senin, 07 Agustus 2017

Dari Patung Maria, Yesus, Kwam Im, Murugan Sampai Kwan Sing Tee Koen

Tulisan ini mencoba untuk membedah cara berpikir dari sebagian anak bangsa yang melakukan aksi perlawanan dan meminta Pemerintah Daerah kabupaten Tuban, Jawa Timur untuk melakukan perobohan terhadap patung dewa Kwan Sing Tee Koen. Padahal kondisi yang selama ini terjadi tidak ada keberatan satupun warga lokal di Kabupaten Tuban yang sebagian besar dari kaum Nahdiyin NU terhadap keberadaan patung dewa Kwan Sing Tee Koen (http://www.infomenia.net/2017/08/viralkan-inilah-penjelasan-konflik.html).

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *